Terkini Sepotong Banda Neira Dalam Sebuah Kisah

“Berjalan lebih jauh
Menyelam lebih dalam
Jelajah semua warna
Bersama, bersama” – Berjalan Lebih Jauh

Sepotong lirik itu menggugah. Menjadikan aku mencandu setiap lagu dan lirik sang pelantun. Tapi dongeng kali ini bukan perihal awal ketertarikan itu. 
Ini kisah cantik dibalik sampainya CD berlabel Banda Neira menjadi kepemilikan aku hingga hari ini. 
Saat itu, final 2013, mulanya aku bercerita kepada seseorang itu, bahwa Banda Neira mencuri hati saya. Link soundcloud itu aku kirimkan, beliau pun kerap mendengar macam lagu Banda Neira bersama saya.
Entah apa yang mempengaruhi namun rasanya bunyi Rara Sekar dan Ananda Badudu menempel erat. Pilihan lantunan yang syahdu serta lirik yang menyeret suasana mengakibatkan Banda Neira lekas terpantri di otak saya.
Kisah kami pun gres bermula, rasa cantik itu pekat. Suatu malam, aku dan beliau menghabiskan malam di sebuah angkringan, menikmati malam dan ngobrol bermacam-macam topik.
Hingga ketika aku meninggalkan meja untuk suatu hal, beliau meletakkan CD album itu dengan cantik sempurna di atas meja yang aku tinggalkan.

“Seperti hadirmu di kala gempa
Jujur dan tanpa bersandiwara
Teduhnya menyerupai hujan di mimpi
Berdua kita berlari” – Hujan di Mimpi

Tidak usah ditanya apa yang bergemuruh di hati kala melihat seonggok apa yang aku cari tersaji. Manis, terlalu manis, bukan hanya sebab memang aku sedang mencari album itu tapi sebab perhatiannya yang terlampau besar.
Rasanya bila dikisahkan tidak ada kata yang pantas bersanding dengan perasaan itu. Ini kasus sekecil atensi yang terselip, perasaan merasa dimengerti dan dipahami. Seolah membaca pikiran ialah salah satu kelebihannya. Atau memang Banda Neira sudah diletakkan di sana untuk menambah cantik yang sudah kami rajut.
Hari itu, album itu, angkringan itu dan tentunya orang itu akan selalu menjadi ingatan yang manis. Semanis lirik-lirik Banda Neira yang saja kagumi. 
Tanpa permintaan, tanpa tergesa beliau menentukan semuanya dengan tepat. 
Seperti aku memilihnya dengan sempurna hingga hari ini.

“Langit dan maritim dan hal-hal yang tak kita bicarakan
Biar jadi rahasia
Menyublim ke udara
Hirup dan sesak kan jiwa” – Langit dan Laut

COMMENTS