Terkini Sedikit Tergelitik Pada Keadaan Ber – Sistem

Seharusnya gue nggak lagi ngetik goresan pena ini dan fokus sama hal yang jauh lebih penting. Tapi siapa pun juga tau menulis sesuatu yang menarik dirinya akan lebih gampang daripada terjerat pada goresan pena yang merupakan kewajiban.
Gue melihat banyak kejanggalan, banyak ketidakberesan di banyak sekali sudut (yang mungkin saja itu juga yang orang lain liat dari gue) tapi ya anggaplah ini sebuah opini dan persepsi yang dimiliki oleh seorang insan dengan jiwa yang bebas dan kemerdekaan untuk bersuara.
Bukan untuk menghakimi hanya meminta sedikit ruang untuk berbicara dan mengkritik. Boleh saja didengar alasannya ialah anggap saja gue berasal dari pihak luar yang mempunyai sudut pandang lebih untuk melihat ini.
Sistem idealnya berjalan untuk dua sisi. Tidak mungkin tidak ada ketergantungan di dalamnya. Jika sistem tersebut ingin berjalan utuh dan fungsional, kedua sisi harus seimbang, meski dalam tatanan sosial tidak mungkin mendapat keseimbangan mutlak layaknya memakai timbangan. Ada kesenjangan, biasanya, dan itu lazim.
Keduanya bisa berjalan berbarengan (yang tentunya harus demikian) bila ada sosialisasi dan adaptasi. Apalagi sih memangnya yang diperlukan sekumpulan orang selain “dianggap” dan menyesuaikan diri. Sesederhana itu. Ketimpangan dalam pengertian dan penyampaian pesan di sini yang kadang disalahgunakan lantas tidak mungkin dipungkiri, kebutuhan itu kemudian saling bertubrukan kemudian pecahlah perang “aku”. Karena terang kedua pihak merasa ialah yang benar. (Manusia kan jarang mau mengakui kesahalan bukan?)
Tidak ada yang lebih punya kuasa atas yang lain. Sekali lagi ingat ini sistem. Mungkin ada hirarki tapi ada yang atas alasannya ialah sudah ada yang bawah kan? Dia tidak akan menjadi yang atas kalau tidak ada yang bawah. (Jadi jangan pernah merasa di atas atau di bawah!)
Sebagaimana sistem yang dibentuk teratur dengan aturan, maka sudah sepantasnya si pembuat hukum sadar bahwa ada waktu yang diperlukan untuk adaptasi, bukan dengan ketergesaan tentunya. Beri ruang untuk mengerti dan memahami sebelum itu benar berlaku. Pengambilan keputusan sepihak hanya akan menjerumuskan bukan malah memperbaiki.
Sepantasnya juga si peserta dan pelaksana hukum sadar bahwa ada masa di mana perubahan kerap terjadi dan harus terjadi demi kebaikan di masa yang akan datang, bukannya insan itu dinamis? Beri ruang untuk perubahan lewat penerimaan dan upaya membiasakan diri.
Sayangnya, mungkin ini sekadar goresan pena penuh teori yang menjemukkan bagi si panas hati. Tapi bila semua orang hendak berteriak lantas siapa yang mendengar? Tidak ada salahnya tenang sejenak, biarkan logika menyusup memberi kesegaran pada hati yang kadung panas. Karena emosi kadang membutakan bukan malah memberi jalan.
Tidak membenarkan juga menyalahkan. Karena lagi-lagi keduanya berjalan bersamaan. Anggap saja goresan pena ini menggurui atau retorik. Tapi percayalah gue berada di salah satu sisi dalam sistem itu, mengerti benar keadaan itu. 
Hanya saja sedikit tergelitik dengan teriakan-teriakan lantang yang hanya ramai bila spiral teriakan itu sedang mengaum besar kemudian perlahan hilang menyisakan mereka yang benar-benar berjuang. Sisanya? Hanya sekumpulan orang yang berani berteriak alasannya ialah merasa sedang ada momentum kemudian menghilang bila ada tindakan pasti. Lagi-lagi mereka yang benar yang harus bertanggung jawab menyediakan diri untuk sesuatu yang mungkin saja mengancam dirinya.
Jika memang merasa ada yang pantas diluruskan mari berjuang bersama untuk itu. Ingat bukan dengan urat tapi dengan logika. Selalu ada celah bagi siapa yang benar. Ingat juga sistem yang saling butuh. Jangan lupa pula, jadilah seseorang yang memang pantas diajak berjuang bersama bukan ksatria kesiangan. Jika memang ini sistem milik bersama yang pantas diperjuangkan … – NDN