Terkini Menanti Perjumpaan

Aku hanya orang biasa yang kerap terseret perasaan apalagi bila perasaan itu terlalu membuncah hingga meledak. Melihat semua yang sudah terlalu hingga hingga di titik ini saya sadar saya merindu ketika semua masih dalam detik harap-harap. Ya detik yang masih banyak kemungkinan, mungkin begini mungkin begitu. Kini atau nanti gotong royong sama saja. Aku akan tetap terus berharap. Jika dulu berharap akan kita ibarat apa, ketika ini berharap kita akan terus begini. Karena untuk ketika ini dan supaya saja suatu waktu di masa depan kita akan terus saling membutuhkan ibarat ini, terus merasa saling melengkapi. Karena dengan begitu saya tau selalu akan ada alasan untuk terus menanti perjumpaan lagi dan lagi…