Terkini Gaya Hidup Sehat — Gaya Hidup Bahagia

Tulisan ini mungkin saja akan menyindir bagi sebagian pihak, dapat juga diamini oleh pihak lainnya. Kaprikornus ya memang begitu namanya goresan pena layaknya belahan dari opini yang tidak selamanya beriring pro maka biarkan saja gue berkisah..

Jadi melihat pada fenomena masyarakat urban dikala ini. Gaya hidup sehat menjadi arus besar yang sulit ditentang, menyeret siapa saja ke dalam pusarannya. Gue tidak menyempitkan pandangan gaya hidup sehat ini hanya pada satu atau dua acara saja. Tapi at all, you named it, lari, detox, yoga, dan persekutuannya.

Gue nggak menyalahkan acara kaum urban yang sejujurnya memang bermanfaat baik itu. Tapi sayangnya, dikala ini banyak orang kehilangan arahnya, yang niscaya gue melihat arus yang massive. Berkoar di sepenjuru sosial media dimana pun gue log in.

Beberapa melakukannya dengan baik dan manis, kalem dan tidak over acting. Sisanya, pamer sana sini tanpa terlihat terperinci hasilnya.

Gue yang nggak terlibat, ya agak muak sih. Cuma lebih wise lah mungkin, gue nggak ngelarang siapapun punya gaya hidup apapun. Tapi bukan berarti mencela atau banya mulut sama gaya hidup orang lain yang masuk kategori hidup tidak sehat versi beliau kan.

For me, life is simple as, lo seneng dan senang ngejalaninnya. Named it, indomie, rokok, junk food, soda, masakan padang, apapun itu selagi buat lo senang dan gak berlebihan ya jalanin lah. Toh hidup cuma sekali, kata anak sekarang, YOLO. Nggak ada yang salah dengan menjadi senang apapun caranya (in a good ways).

Kalau kalian si gaya hidup sehat punya jus berisi adonan buah-buahan kenapa kami si gaya hidup senang ini nggak boleh punya indomie rebus pake cabai ijo, ya kan? Hidup itu pilihan. Intinya ya saling menghargai. Mengingatkan boleh tapi bukan berarti menggurui.

Siapa sih yang gak mau hidup sehat dan longlast tanpa penyakit? Tapi siapa juga yang dapat mendustai nikmat gorengan? Daripada sekadar mengikuti gaya hidup orang kebanyakan, disiksa dengan membeli peralatan untuk “sehat”, dikejar banyak sasaran untuk “ideal”, kenapa tidak bersantai, minum kopi, ngemil camilan anggun dan sepiring kentang goreng kemudian bercerita kepada sahabat bahwa hidup itu indah dengan pilihan yang kita jalani. 

Kamu, beliau atau kalian punya pilihan, kita dapat berjalan bersama sebab saling menghargai dan mengisi. Bukan sebab saling menghardik dan menyinyir. Makhluk sosial nggak capek hidup sendiri sebab mau dibilang keren doang? Come on, we only live once dear fellas..