Terkini Don’t Mess With Other’s Past

” Don’t mess with other’s past! “

Satu kata yang pribadi muncul, nggak direncanakan, tapi keluar dan tersusun rapi di kepala, meluncur cantik seolah memohon untuk dituliskan dengan segera. Karena apa dan apa alasannya, tidak perlu menjadi pertanyaan bagi semua orang hanya gue butuh media untuk menjadikannya satu goresan pena yang mungkin sebagai materi tukar pikiran buat yang pernah mencicipi hal yang sama atau buat ya dibaca dan nambah-nambah bacaan aja.
Seperti goresan pena gue sebelumnya, ini bakal nyambung dikit kali ya. Bahwa semua orang punya kisahnya masing-masing dan jalan beliau hari ini belum tentu sama dengan apa yang pernah dilaluinya di hari lalu. Lo dapat apa buat ngubahnya? Nggak ada. Lo dapat minta buat dihapus? Nope. 
Yang udah terlalui akan selalu ada di sana mau gimana juga lo berusaha mengenyahkan keberadaannya. Nggak cuma orang lain, diri lo sendiri juga niscaya punya cerita yang gak dapat dihapus sama siapa juga. Mau coba digak-adain juga nggak bakal bisa, sama kaya prinsip komunikasi “Apa yang udah terkomunikasikan nggak bakal dapat ditarik lagi mau gimana juga feedbacknya”. Hidup juga gitu, “Lo nggak bakal dapat milih mau punya cerita di masa kemudian yang kaya apa, mau gimana juga efeknya kini ini”
Karena kata-kata pertama gue ditulisan ini yang selalu gue jadiin pegangan. Karena teori-teori yang gue buat sendiri yang udah gue sebutin diatas maka kata-kata pertama tadi harus tetap ada dan gue inget. 
Karena jika lo nyoba selangkah lebih dalam ngeliat masa kemudian seseorang, lo nggak hanya harus siap dengan kenyataan apa yang pernah beliau lalui tapi lo harus lebih dulu yakin sesiap apa lo nerima dan ngeliat itu semua. Sesederhana, jangan pernah nyoba sesuatu yang lo aja belom yakin dapat lo jalanin. Masa kemudian seseorang bukan untuk diutak-atik, banyak hal didalamnya yang nggak akan pernah jadi bab untuk lo nikmatin apalagi lo usik.
Mungkin kata-kata diatas sesederhana “Mind your own business” atau “Living your life to the fullest” 🙂