Terkini Demokrat Sebut Program Bagi Sembako Di Monas Pembunuhan

Jiromedia.comKetua Fraksi Demokrat DPRD DKI Taufiqurrahman mengecam gelaran program ‘Untukmu Indonesia’ di Monas yang mengakibatkan hilangnya dua nyawa bocah pada Sabtu (28/4). Taufiq menilai program yang diisi dengan bagi-bagi sembako ini tak ubahnya pembunuhan terhadap rakyat.


“Ini pesta rakyat yang membunuhi rakyat jikalau begitu caranya. Saya minta panitia bertanggung jawab secara materil dan nonmateril kepada keluarga korban,” kata beliau dikala dihubungi, Selasa (1/5).

Anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat ini menilai, meninggalnya dua anak itu menunjukkan bahwa panitia tidak antisipatif terhadap segala kemungkinan dari program yang dilaksanakan. Taufik menyebut panitia tak profesional dalam menyelenggarakan acara. “Panitia kurang perencanaan dan terkesan amatiran, tidak persiapkan alat medis di kawasan acara, lalu tidak diatur prosedur pembagian,” ujar dia.
Menurutnya, banyaknya warga yang mengantre untuk menerima sembako murah menunjukkan kian buruknya kondisi ekonomi di tingkat bawah. Masyarakat harus rela berdesakan bahkan mempertaruhkan nyawa hanya untuk menerima sembako.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyesalkan kegiatan ‘Untukmu Indonesia’ yang berimbas terhadap meninggalnya dua korban. Korban meninggal yaitu warga Pademangan, Jakarta Utara dan keduanya masih berusia anak-anak.

Korban berjulukan Muhammad Mahesa Junaedi yang berusia 12 tahun. Sementara Muhammad Rizki Saputra berusia 10 tahun. Keduanya warga Pademangan yang harus kehilangan nyawa sebab berdesak-desakan. Sandi menyebut dikala ini ada pemeriksaan lanjutan berkaitan dengan penyebab niscaya dari maut kedua korban. [rol]