Teori Romelu Lukaku soal Kesulitannya Mencetak Gol di Manchester United

Teori Romelu Lukaku soal Kesulitannya Mencetak Gol di Manchester United

Melihat situasi Romelu Lukaku saat ini di ​Manchester United lalu membandingkannya dengan Timnas Belgia sangat berbeda. Striker berusia 25 tahun bisa dengan mudah menceploskan si kulit bundar (bola) ketika berseragam Belgia. Sebaliknya di Man United musim ini, Lukaku kesulitan melakukannya.

Lukaku baru mencetak empat gol dari total 12 laga yang dimainkannya musim ini di seluruh kompetisi. Kesulitan Lukaku mencetak gol dikritisi publik, bahkan legenda Man United, Paul Scholes, dengan lantang berkata mantan klubnya tidak akan pernah bisa menjuarai Premier League dengan ujung tombak seperti Lukaku.

Sang pemain pun angkat bicara mengenai puasa golnya tersebut menjelang laga ​Champions League melawan ​Juventus. Lukaku menilai para pemain Man United belum memahami karakteristik bermainnya – meski Lukaku sudah gabung Man United sejak musim lalu dari Everton.


“Saya tidak tahu (kesulitan cetak gol di United). Dengan Belgia saya sudah bermain selama 10 tahun, sejak saya berusia 16 tahun. Para pemain sudah mengenal saya lebih baik. Di sini, saya masih berpikir rekan setim di antara saya dan rekan setim masih dapat berkembang jauh lebih baik lagi,” tegas Lukaku di ​Telegraph, Selasa (23/10).


“Itu suatu hal yang sedang kami kerjakan. Para pemain harus mengetahui segala hal tentang saya dan juga pergerakan saya, dan saya harus tahu pergerakan mereka. Ketika kami sudah mulai menyatu, saya pikir hasil-hasil di Belgia juga akan datang di sini (​Man United),” lanjutnya.


Satu hal lain yang harus disadari adalah: permainan Belgia dan ​Setan Merah berbeda. Di Belgia, Lukaku menerima suplai bola dari pemain sekaliber Kevin De Bruyne dan Eden Hazard. Sementara di United, Lukaku jadi target man yang akan selalu menerima bola dari umpan panjang untuk membuka celah dan ruang bagi rekan setim.