Meski Juara Dunia, Eko Masih Buta Angkatan untuk Olimpiade

Meski Juara Dunia, Eko Masih Buta Angkatan untuk Olimpiade

Jakarta – Lifter Eko Yuli Irawan tak memiliki banyak waktu istirahat meski baru jadi juara dunia. Eko langsung persiapan untuk kejuaraan berikutnya.

Eko menjadi juara di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Ashgabat, Turmenistan, 2-10 November. Eko menjadi satu-satunya atlet yang menyumbangkan emas untuk Indonesia dari 10 atlet yang PB PABBSI kirim.

Kejuaraan ini menjadi perebutan poin pertama bagi para lifter menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Eko dkk masih ditunggu lima seri lainnya kategori gold dan silver.

Eko mengaku belum mengetahui kejuaraan selanjutnya yang akan dia ikuti. Terdekat antara Januari-Februari 2019, yakni Egat’s Cup International Weightlifting Championships di Chiang Mai, Thailand, 9-11 Februari atau IWF World Cup Fuzhou, China, 20-25 Februari.

“Sekarang belum tahu. Mungkin tahun depan Januari atau Februari. Nanti dilihat lagi jadwal pertandingan bersama PB (Pengurus Besar) seperti apa,” kata Eko di Kantor Kemenpora, Kamis (8/11/2018).

Eko mengungkapkan hasil di Ashgabath melampui target ketika dia mampu memecahkan dua rekor sekaligus. Eko awalnya hanya ingin menyamai hasil di Asian Games lalu.

“Sebenarnya kami cuma ingin ulang seperti Asian Games. Tapi kalau di sana kan angatan ketiganya gagal tapi di sini (kejuaraan dunia) justru kena semua makanya angkatannya bisa lebih dari itu. Alhamdullilah juga angkatan lebih dari standar rekor,” sambungnya.

Satu keuntungan untuk Eko karena lawan-lawannya di kelas 62 kg naik ke kelas 67 kg. Sementara Eko memilih turun kelas di 61 kg.

“Secara tak langsung diuntungkan tapi kalau misalnya di kejuaraan selanjutnya mereka (lawan) kembali lagi ya tidak tahu. Makanya ini kan nomor baru jadi masih uji coba semua. Lihat tahun depan saja semoga lebih siap lagi,” papar lifter berusia 29 tahun itu.

“Yang pasti akan ada tingkatannya kalau juara dunia poinnya lebih besar, Kejuaraan Asia poinnya sedikit. Jadi yang kami fokuskan saja di dua itu. Nanti akan ada open dan grand prixnya. Itu mungkin untuk yang susah masuk 10 besar dunia, kalau saya tiga besar di kejuaraan dunia saja sudah bagus,” demikian Eko soal persiapannya menuju Olimpiade.

(mcy/mrp)


COMMENTS