Menjaga Asa ke Piala Dunia, Semangat Timnas U-19 Berlipat-lipat | JawaPos.com

Menjaga Asa ke Piala Dunia, Semangat Timnas U-19 Berlipat-lipat | JawaPos.com

JawaPos.com – Jalan menuju Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan masih terbuka. Memang tidak mudah untuk melaluinya. Namun, tidak mudah berarti tidak bisa.

Asalkan timnas Indonesia U-19 berhasil menundukkan Uni Emirat Arab (UEA) U-19 dalam laga pemungkas grup A Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, nanti malam, asa ke Polandia itu tetap terjaga.

Berapa pun skornya. Bahkan, menang 1-0 saja, Garuda Nusantara -julukan Timnas Indonesia U-19- sudah lolos ke babak berikutnya. Meski di laga lain Qatar yang sebelumnya mengalahkan Indonesia menang dari Taiwan.

Menjaga Asa ke Piala Dunia, Semangat Timnas U-19 Berlipat-lipat
Egy Maulana ketika mengikuti latihan timnas u19 di lapa ABC Senayan, Jumat (19/10) (Chandra Satwika/Jawa Pos.)

Jika Qatar dan Indonesia menang, bersama UEA, keduanya mengantongi poin yang sama: 6. Kalau secara head-to-head saling mengalahkan, produktivitas gol dalam pertemuan ketiga tim menjadi penentunya. Hasil kontra Taiwan tak lagi dihitung.

Nah, di sinilah Egy Maulana Vikri dkk punya bekal berarti. Mereka sudah punya modal memasukkan 5 gol. Jauh lebih baik daripada UEA yang baru punya modal 2 gol. Atau selisih 2 gol dari Qatar yang memiliki produktivitas 7 gol.

Melihat kalkulasi itu dan semangat tempur anak asuhnya ketika bertemu Qatar pada Minggu (21/10), Indra Sjafri optimistis Indonesia lolos dari fase grup. Meski kalah, anak-anak muda Indonesia tak mau menyerah saat sudah tertinggal cukup jauh 1-6. Dengan penuh semangat, timnas Indonesia U-19 mengejar ketertinggalan itu dalam babak kedua. Mereka pun mengakhiri pertandingan dengan skor 5-6.

“Semua harus contoh semangat anak-anak ketika bangkit. Banyak orang yang pesimistis. Tapi, mereka membuktikan bisa terus menyerang meski sempat kalah telak,” ungkap Indra.

Pelatih asal Sumatera Barat itu pun yakin semangat pantang menyerah tersebut akan kembali ditunjukkan anak asuhnya. Bahkan, Indra berani menyebut mental tanding para pemainnya kini jauh lebih baik jika dibandingkan saat melawan Qatar.

Rachmat “Rian” Irianto dan rekan-rekan, kata dia, jauh lebih bersemangat menyongsong pertandingan kali ini daripada dua pertandingan sebelumnya. “Kekalahan saat melawan Qatar membuat motivasi kami berlipat-lipat untuk menang di laga terakhir,” tegasnya.

Namun, Indra sadar, semangat tanding itu harus diimbangi perbaikan permainan di lapangan. Para pemain harus meminimalkan kesalahan. Dia menegaskan, segala bentuk kesalahan ketika melawan Qatar tidak boleh terulang.

Soal itu, Indra pun terlihat cukup keras kepada anak asuhnya dalam latihan di Lapangan A Gelora Bung Karno kemarin (23/10). Pelatih 55 tahun itu berkali-kali berteriak dan memarahi anak asuhnya yang melakukan kesalahan.

“Kesalahan itu tidak terjadi setiap hari. Kesalahan itu sifatnya situasional. Saya perbaiki hari ini (kemarin, Red) meskipun tidak bisa sempurna 100 persen,” katanya.

Bek sayap timnas Firza Andika juga setuju dengan arahan pelatihnya. Dia menegaskan, rekan-rekannya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama ketika melawan Qatar. Tidak akan kebobolan banyak lagi. ”Kami akan bertahan sebagus-bagusnya. Kami optimistis bisa meraih kemenangan besok (hari ini),” tegasnya.

Sementara itu, di pihak lawan, pelatih UEA U-19 Ludovic Batelli pun optimistis timnya bisa menang. Dia menyatakan, kondisi anak asuhnya sedang sempurna. Kemenangan telak 8-1 atas Taiwan U-19 (21/10) membuat kepercayaan diri para pemain meningkat. ”Ya, itu bekal yang bagus untuk melawan Indonesia besok (hari ini),” ujarnya.

Meski menang dengan skor mencolok, raihan tiga poin saat bertemu Taiwan tidak diperoleh dengan mudah. Karena itu, UEA tidak mau memandang enteng Indonesia. Apalagi, tuan rumah dipastikan didukung ribuan suporter. “Saya yakin, melawan Indonesia, pertandingan akan berjalan sengit,” ungkapnya. 

(rid/c5/fim)