FC Barcelona 2-0 Inter Milan: Blaugrana Tetap Kuat Tanpa Lionel Messi

FC Barcelona 2-0 Inter Milan: Blaugrana Tetap Kuat Tanpa Lionel Messi

Ujian pertama dilalui ​FC Barcelona dengan baik tanpa sang megabintang, ​Lionel Messi. Barca menang 2-0 atas ​Inter Milan di laga ketiga grup B Champions League dan memimpin klasemen dengan koleksi sempurna: sembilan poin.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Ernesto Valverde memainkan Rafinha Alcantara sebagai pengganti Lionel Messi yang cedera. Taktik Barca tetap sama: 4-3-3. Rafinha di depan bersama Luis Suarez dan Philippe Coutinho. Sementara Inter bermain dengan formasi 4-2-3-1 dengan hanya mengandalkan Mauro Icardi di lini depan.


Sejak awal laga, ​Barca sudah mengambilalih penguasaan bola yang memang jadi ciri khas permainan mereka. ​La Beneamata hanya mengandalkan serangan balik dari sayap yang ditempati Antonio Candreva dan Ivan Perisic, serta berharap kemampuan Icardi dalam mengonversi peluang menjadi gol.

Melihat situasi itu, tidak heran jika Samir Handanovic-lah yang bekerja keras di laga ini dibanding Marc Andre ter Stegen. Terbukti, peluang pertama datang dari tandukkan Clement Lenglet dari situasi sepak pojok dan Handanovic menyelamatkan Inter dari kebobolan di menit 17.


​Blaugrana terus membangun serangan dengan sabar dari kaki ke kaki dan mencari celah di pertahanan Inter. Peluang demi peluang juga diciptakan meski tidak semuanya membahayakan gawang yang dijaga Handanovic.

​Nerazzurri bukannya tanpa peluang. Tiga peluang yang sudah diciptakan Inter sejauh ini (sampai menit 30) datang dari Icardi. Pemain asal Argentina menunjukkan kualitas lengkapnya sebagai striker: cepat, kuat, dan tidak kenal kompromi jika melihat peluang untuk melakukan tendangan.

Kendati demikian, tuan rumah yang mampu unggul terlebih dahulu kala laga memasuki menit 32. Rafinha, yang musim lalu dipinjamkan ke ​Inter, menyambar umpan silang Suarez dari jarak dekat dan membobol gawang Handanovic. 1-0 Barca unggul.


Pasca gol tersebut, tidak ada lagi gol yang tercipta di Camp Nou sampai waktu tambahan semenit berakhir. Barca unggul 1-0 dan Luciano Spalletti punya tugas berat untuk memotivasi Inter, serta mengubah rencana bermain agar timnya bisa lebih banyak menciptakan peluang untuk mencetak gol.


Babak Kedua

Inter sedikit menaikkan intensitas serangan mereka di babak kedua. Luciano Spalletti juga memainkan Matteo Politano, Keita Balde Diao, dan Lautaro Martinez, untuk mengubah dimensi permainan Inter. Barca kerepotan, namun, mereka tetap bermain baik dalam mengontrol tempo bermain ketika menguasai bola.

Tim tamu memang lebih agresif ketika menyerang, meski begitu Barca juga semakin berbahaya dari serangan balik, khususnya sejak Nelson Semedo dimasukkan Valverde menggantikan Rafinha di menit 71. Semedo membantu Barca ketika melancarkan serangan balik cepat dengan kecepatannya menyisir ruang.

Peluang demi peluang dihasilkan oleh kedua tim yang pernah bertemu pada 2010 silam tersebut, akan tapi tak ada yang berbuah gol sampai waktu menyisakan 10 menit terakhir. Tiga menit berselang, Barca menyudahi kegigihan Inter dengan gol yang ‘membunuh’ laga melalui sepakan Jordi Alba yang melakukan overlap sampai ke kotak penalti Inter. 2-0 Barca unggul.

Benar saja, tidak ada lagi gol yang tercipta di Camp Nou. ​Azulgrana menang 2-0 via gol Rafinha dan Alba, serta memperlihatkan bahwa mereka bisa meraih kemenangan tanpa Messi. Barca kokoh di puncak klasemen, diikuti Inter, PSV Eindhoven, dan Tottenham Hotspur di grup B Champions League.


Susunan Pemain:

FC Barcelona (4-3-3): Marc Andre ter Stegen; Jordi Alba, Clement Lenglet, Gerard Pique, Sergi Roberto; Arthur Melo (Arturo Vidal 77’), Sergio Busquets, Ivan Rakitic; Philippe Coutinho (Munir El Haddadi 87’), Luis Suarez, Rafinha Alcantara (Nelson Semedo 71’)

Inter Milan (4-2-3-1): Samir Handanovic; Kwadwo Asamoah, Miranda, Milan Skriniar, Danilo D’Ambrosio; Marcelo Brozovic, Matias Vecino, Ivan Perisic (Keita Balde Diao 76’), Borja Valero (Lautaro Martinez 63’), Antonio Candreva (Matteo Politano 46’); Mauro Icardi