FA Dakwa Pelatih Chelsea Terkait Selebrasi Golnya pada Laga Melawan Man United

FA Dakwa Pelatih Chelsea Terkait Selebrasi Golnya pada Laga Melawan Man United

FA selaku Federasi Sepak Bola Inggris tidak menutup mata atas kejadian yang terjadi di menit terakhir pekan sembilan ​Premier League antara ​Chelsea kontra ​Manchester United di Stamford Bridge. Kala itu, asisten manajer Maurizio Sarri, Marco Ianni, melakukan selebrasi gol dengan berlebihan dan memprovokasi Jose Mourinho.

Kejadian terjadi di waktu tambahan babak kedua. Ross Barkley mencetak gol penyama kedudukan yang mengagalkan kemenangan Man United, setelah sebelumnya Chelsea tertinggal 1-2 melalui dua gol Anthony Martial. Gol dramatis Barkley langsung membuat seisi Stamford Bridge bergemuruh kencang, begitu juga suasana di area bangku cadangan Chelsea.

Chelsea FC v Manchester United - Premier League

 Marco Ianni dan Jose Mourinho nyaris bertikai di Stamford Bridge 

Ianni salah satu yang merayakannya. Sayangnya, pelatih asal Italia itu melakukannya dengan berlebihan dan berlari sampai ke area teknis Man United, memprovokasi Mourinho yang coba mengejarnya, tapi dilerai oleh petugas keamanan dan staf kedua tim.

Masalah pun sedianya sudah selesai karena kedewasaan Sarri dan Mourinho. Sarri datang ke ruangan Mourinho dengan stafnya dan meminta maaf, Mourinho pun membuka lebar pintu maaf dan tak mau lagi melanjutkan polemik tersebut. Meski begitu, FA tetap menginvestigasi kejadian tersebut.


Menurut pernyataan yang keluar dari FA dan dilansir dari ​Guardian (23/10), FA mendakwa Ianni atas sikap tidak terpujinya dan menanti respon dari pihak Chelsea serta pelatih yang bersangkutan.

“Pelatih Chelsea Marco Ianni telah didakwa pasca laga melawan Manchester United pada Sabtu (lalu). Sikapnya pada menit 96 menunjukkan sikap yang tidak terpuji,” ucap FA di laman resmi mereka.

“Dalam hubungannya dengan insiden itu, mendakwa Mourinho juga diingatkan secara formal mengenai tanggung jawabnya, dan kedua klub menerima pengingat resmi yang juga sama dari segi sikap staf dan para pemain sepanjang waktu ketika berada di area teknis,” pungkas pernyataan tersebut.