Berita Terhangat Tunjangan Belum Cair, Korban Gempa Lombok Dipersilakan Utang Ke Bank

Jiromedia.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat mempersilakan korban gempa bumi berutang di bank untuk membiayai pembangunan kembali rumah yang rusak sambil menunggu proses pencairan dana tunjangan dari pemerintah.

“Pinjam di bank sangat boleh. Nanti sesudah uang tunjangan dari pemerintah sebesar Rp50 juta cair digunakan untuk mengembalikan pinjaman,” kata Kepala BPBD NTB, Mohammad Rum, di Mataram, Rabu (24/10/2018).

Menurut dia, pembangunan rumah korban gempa memakai dana pinjaman dari bank dapat menjadi salah satu terobosan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Pasalnya, kata dia, fasilitas tersebut sudah diatur dalam petunjuk teknis pembangunan rumah korban gempa bumi di NTB. Jika ada masyarakat yang telah membangun sendiri rumahnya dengan pendampingan fasilitator, maka biaya yang dikeluarkan akan diganti pemerintah.

“Jadi terang dan tidak salah jikalau meminjam di bank. Tidak perlu bukti-bukti beli materi yang penting rumahnya antigempa dan disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya.

Kemudahan tersebut, lanjut Rum, memang belum banyak diketahui oleh warga terdampak gempa.

Oleh lantaran itu, pihaknya mendorong aparatur desa untuk membantu menyosialisasikan.

BPBD NTB juga berharap kepada industri perbankan untuk menawarkan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara memperoleh pinjaman.

“Yang perlu menjadi perhatian yakni bagaimana korban gempa berutang dengan jaminan uang tunjangan pemerintah. Kita perlu duduk bersama dengan perbankan, terutama bank milik pemerintah,” katanya.

Data BPBD NTB tercatat jumlah rumah rusak yang sudah terverifikasi sampai 8 Oktober 2018 sebanyak 177.280 unit, terdiri atas rusak berat 63.680 unit, rusak sedang 26.536 unit, dan rusak ringan 87.064 unit.

Jumlah buku rekening tunjangan stimulan rumah yang sudah terisi tunjangan dana dari pemerintah sentra senilai Rp50 juta sebanyak 6.061 rekening.

Dari total jumlah tersebut, sebanyak 5.253 pemilik rekening sudah mendapat sosialisasi perihal model rumah antigempa yang harus dibangun.

Sebanyak 1.806 kepala keluarga berminat membangun rumah instan sehat sederhana (risha), rumah instan konvensional (riko) sebanyak 828 kepala keluarga, dan peminat rumah instan kayu (rika) sebanyak 1.062 kepala keluarga. [tsc]

COMMENTS