Berita Terhangat Taksi Online Genit Ngajak Penumpang Perempuan Tidur Bareng

Ajak Penumpang Bermalam di Mobil, Sopir Taksi Online Ini Bikin Geram

 Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng Berita Terhangat Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng
 Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng Berita Terhangat Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng

Berita Hari Ini Akhir-akhir ini sepertinya kita sering deh mendengar kontroversi dan pemberitaan negatif perihal sopir angkutan online. Dari yang sabung lisan dengan penumpang, kesalahpahaman pemahaman sistem maupun pembayaran hingga bikin cekcok hingga kasus pelecehan.

Selain mencoreng nama perusahaan, insiden macam itu sanggup menciptakan kita sebagai pengguna setia angkutan online, khawatir luar biasa. Apalagi penumpang cewek. Ya siapa yang nggak parno dengar gosip soal pelecehan di ojek atau taksi online sedangkan sehari-harinya kita harus mengandalkan mereka untuk bepergian.

Lagi dan lagi, seorang perempuan penumpang taksi online mencicipi pengalaman jelek ketika sedang dalam perjalanan pulang. Ia dibentuk nggak nyaman dengan perlakuan si sopir taksi tersebut.

Meski berada di situasi yang mencekam, ia masih sempat merekam insiden itu lewat ponselnya. Video itu yang lalu viral di dunia maya. Nggak sedikit warganet yang mengecam perlakuan si sopir taksi online yang diketahui berjulukan Micky tersebut.

Berikut Video Penampakannya , jangan lupa disimak gan !!!

 Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng Berita Terhangat Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng

Pada video di atas tersebut terlihat driver yang mengajak penumpang untuk jalan-jalan dengan menggunakan banyak sekali macam rayuan.

“mau nggak ? Tanya sang driver//

“engak,iya tadi udah keluar dari pagi soalnya ” jawab sang penumpang wanita.

‘ayok pergi jalan, ini pulang kerumah kau dulu aja,kamu beres beres trus bawa baju ganti.rayu sang driver.

“Engga ah mau pulang mw tidur jawab sang penumpang.

“nanti tidur disini saja tidur di kendaraan beroda empat ” rayu pengemudi kepada penumpang,

Hari Sabtu (30/9) malam kemarin mungkin jadi hari yang tak terlupakan bagi mbak-mbak penumpang GrabCar. Bukan alasannya yakni habis sanggup bonus atau hadiah mewah, melainkan alasannya yakni dirayu dan dilecehkan secara verbal oleh sopir taksi yang ia tumpangi. Saat itu dirinya sedang dalam perjalanan dari Perum Pandawa Kelapa Gading menuju Komplek Sukapura, Jakarta Utara. Tapi di tengah perjalanan si sopir berjulukan Micky tiba-tiba menanyakan usianya.

Dengan berusaha tetap santai, perempuan itu menjawab bila usianya 31 tahun. Micky lantas berujar bila umurnya nggak beda jauh dengannya. Setelah itu tanpa ba-bi-bu ia pribadi mengajak perempuan itu malam mingguan.

Namun si perempuan mengelak dengan menyampaikan bila dirinya lelah dan ingin istirahat. Tapi si sopir masih kukuh bahkan menunjukkan bila beliau sanggup tidur di mobilnya. Salutnya, si perempuan itu tetap sanggup santai merespon rayuan sopir. Katanya, ini agar si sopir nggak curiga bila dirinya merekam insiden tersebut.

Fakta di atas terjadi alasannya yakni di Indonesia sendiri melontarkan siulan, memanggil-manggil, atau sekedar bertanya ‘kemana neng?’ dengan mimik wajah genit, dari orang tak dikenal kepada wanita, justru dianggap hal yang lumrah. Padahal di beberapa negara tindakan itu dianggap pemerkosaan secara verbal. Menurut Mariana Amiruddin, Kepala Subkomisi Bidang Partisipasi Publik Komnas Perempuan, masyarakat Indonesia gres hingga pada taraf mengenal lapisan luar dari kekerasan seksual, belum benar-benar memahami.

Hal di atas sejalan dengan penelitian yang dilakukan kelompok derma bagi penyintas atau korban kekerasan seksual, Lentera Sintas Indonesia, dan wadah petisi daring Change.org, serta media perempuan. Dalam riset tersebut, dari 25.213 responden baik dari kota maupun kabupaten, ternyata sebanyak 58% mengaku pernah mengalami pemerkosaan verbal lho.

Sudah jadi kewenangan negara untuk melindungi dan menjamin keselamatan setiap penduduknya, hingga taraf yang dianggap tabu sekalipun, ibarat pada konteks seksual. Salah satu caranya mungkin pemerintah di setiap kawasan sanggup menyampaikan sosialisasi soal bentuk-bentuk pemerkosaan dan cara menghadapinya. Selain dari pemerintah, kita sendiri sebagai pemilik hak atas badan kita sendiri dari ujung rambut hingga ujung kaki, harus menyadari bila pemerkosaan sanggup terjadi dalam banyak sekali bentuk, serta tak mengenal tempat dan waktu.

Nggak hanya wanita, pria pun juga sanggup jadi korban. Makara mulai sekarang, waspadalah. Sekalipun dengan orang-orang terdekat kita!

 Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng Berita Terhangat Taksi Online genit ngajak penumpang perempuan tidur bareng