Berita Terhangat Seorang Dokter Todong Pistol Sampai Tukang Parkir Bersujud!

Dan Akhirnya Sang Dokter Pun Dijuluki ‘Dokter Koboi’

Dokter Anwari telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas parkir di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Aksi todong pistol yang dilakukan Anwari sekarang berujung menjadi urusan pidana.
Kejadian itu bermula ketika Anwari, yang mengendarai kendaraan beroda empat berpelat TNI, merasa tak perlu membayar parkir. Tak terima diminta membayar biaya parkir, Anwari pun kesal dan menganiaya petugas parkir. Peristiwa itu terjadi di Basement 2 Gandaria City (Gancit) pada Jumat (6/10) sekitar pukul 20.30 WIB.
Anwari pernah bertugas sebagai dokter di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Namun ketika kejadian, beliau memakai kendaraan beroda empat dinas istrinya yang juga seorang dokter di RSPAD.

Peristiwa itu terjadi ketika Anwari yang menumpang kendaraan beroda empat dinas berpelat Tentara Nasional Indonesia hendak keluar dari parkiran. Mobil itu dikemudikan oleh sopir Anwari.
Juansyah, seorang petugas parkir meminta retribusi parkir. Namun sopir tersebut menolak membayar alasannya ialah alasan mengendarai kendaraan beroda empat dinas TNI. Sempat terjadi perdebatan sampai risikonya sopir Anwari itu membayar biaya parkir Rp5.000.
Begitu kendaraan beroda empat keluar palang pintu parkir, tak usang lalu Anwari bersama sopir kendaraan beroda empat dinas itu menghampiri Juansyah. Percekcokan pun terjadi. Bogem mentah Anwari pribadi menghantam wajah Juansyah.
Anwari mengeluarkan pistol yang dibawanya. Dia sempat melepaskan tembakan ke udara. Bahkan beliau sempat menodongkan pistol ke arah Juansyah, sampai risikonya petugas parkir itu bersujud di hadapannya.

Peristiwa itu terekam dalam kamera CCTV daerah parkir Mal Gandaria City.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Iwan Kurniawan mengatakan, Anwari tersinggung dan emosi kepada petugas parkir tersebut. Anwari merasa pengguna kendaraan beroda empat dinas berpelat Tentara Nasional Indonesia tidak perlu membayar parkir.
“Awal masalahnya alasannya ialah yang bersangkutan tidak terima harus bayar parkir kendaraan,” kata Iwan di Jakarta, ibarat dikutip Antara, Minggu (8/10).
Pengelola dan pimpinan keamanan Mal Gandaria City sempat memediasi antara Juansyah dan pelaku. Namun lalu pelaku dilaporkan ke Polsek Kebayoran Lama atas kejadian tidak menyenangkan tersebut.
Berdasarkan laporan itu, petugas menilik penganiayan dan tembakan yang dilakukan oknum yang mengaku anggota Tentara Nasional Indonesia AD itu. Iwan memastikan, Anwari tidak tercatat sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia AD.
Anwari ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia terancam dijerat dengan Pasal 351 kitab undang-undang hukum pidana perihal penganiayaan dan Pasal 355 perihal perbuatan tak menyenangkan.