Berita Terhangat Selamat Datang, Nagapasa!

Kapal Selam Baru Milik IndonesiaKRI Nagapasa 403 datang di Surabaya [Eko Bayu] ★

Penantian bangsa Indonesia untuk mempunyai kapal selam gres terjawab. Siang ini, Senin (28/8/), KRI Nagapasa (403) dijadwalkan datang di Tanjung Perak, Surabaya. Itu akan menjadi kapal selam ketiga dalam armada Tentara Nasional Indonesia sesudah KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala yang bertugas semenjak 1981.

KRI Nagapasa dibentuk di galangan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering, Korea Selatan. Itu yaitu satu di antara tiga kapal selam yang dipesan pemerintah Republik Indonesia. Nagapasa telah bertolak dari Korea Selatan pada 11 Agustus kemudian dan butuh 17 hari untuk hingga di Surabaya.

Hari ini sekaligus akan dilakukan pelantikan Nagapasa. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bersama Kepala Staf TNI-AL Laksamana Tentara Nasional Indonesia Ade Supandi akan hadir. Tidak ketinggalan Panglima Armatim Laksamana Muda Tentara Nasional Indonesia Darwanto.

Seperti dalam dongeng pewayangan, Nagapasa tidak pernah kalah dalam peperangan,” kata Darwanto perihal pemilihan nama Nagapasa.

KRI Nagapasa dibentuk semenjak 2015. Peletakan lunas dilakukan pada 9 April tahun itu. Pada 24 Maret 2016, kapal mulai diluncurkan oleh Ryamizard.

Nagapasa dilengkapi delapan peluncur torpedo. Selain meluncurkan torpedo, perangkat senjata itu dapat membuatkan ranjau.

KRI tersebut juga dilengkapi peralatan elektronik. Baik untuk sistem senjata maupun navigasi yang mutakhir dan modern. “Secara teknologi sudah maju dan siap untuk mendukung operasi pengamanan maritim di Indonesia,” imbuh Darwanto.

Nama Nagapasa diambil dari anak panah pusaka di dongeng pewayangan. Raden Indrajit yaitu pemilik anak panah pusaka itu. Indrajit dikenal punya kesaktian. Dia tidak pernah kalah dalam peperangan.

Tokoh pewayangan yang juga mempunyai nama Megananda tersebut punya dua anak panah pusaka andalan. Yakni Nagapasa dan Mahanosara. KRI Nagapasa diperlukan dapat mempunyai performa menyerupai yang ada dalam kisah pewayangan. Tangguh dan tak pernah kalah dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nagapasa juga diperlukan menjadi tonggak industri kapal selam tanah air. Sebab, pihak Indonesia dengan Korea Selatan sudah setuju untuk transfer teknologi. Pembuatan kapal ketiga di kelas Nagapasa akan dilakukan di PT PAL Surabaya.

Untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI-AL, Indonesia berniat menghadirkan 12 kapal selam. “Bertahap,” ucap Ryamizard. (riq/syn/c11/ang)


  Jawa Pos