Berita Terhangat Relokasi Pabrik Bumnis Ke Lampung Merupakan Rencana Jangka Panjang

CN235 MPA Tentara Nasional Indonesia AU [Hindawan H]

Produsen alat utama sistem senjata (alutsista), PT Pindad (Persero) membenarkan planning pemindahan atau relokasi pabrik dari Bandung, Jawa Barat ke Lampung. Rencana ini merupakan keputusan dari pemerintah dalam hal ini Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu.

Benar (rencana pindah) ke Lampung. Bareng sama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT PAL Indonesia,” tegas Sekretaris Perusahaan Pindad, Bayu Arif Fiantoro, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Bayu mengaku, administrasi Pindad, PT DI, dan PT PAL Indonesia telah diajak berdiskusi oleh Menhan beberapa waktu kemudian terkait planning pemindahan pabrik tiga BUMN tersebut. Pertemuan itu yakni yang pertama kalinya.

Ini gres planning awal sekali. Bertemu saja gres sekali dengan Pak Menhan. Baru identifikasi bangunan, inventarisir lahan, mesin-mesinnya, dan data-data mengenai itu sudah kami berikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa planning relokasi pabrik dari Bandung ke Lampung merupakan wangsit dan kemauan pemerintah. Sebagai perusahaan milik negara, Pindad akan patuh terhadap keputusan pemerintah.

Ya kemauan pemerintah. Pindad patuh saja terhadap keputusan pemerintah ini sebab niscaya sudah dipikirkan, dipertimbangkan secara masak dari banyak sekali aspek termasuk lokasi produksi dan ribuan karyawan,” Bayu menjelaskan.

Menurutnya, alasan pemindahan pabrik tersebut lebih sebab ingin menyatukan industri pertahanan nasional, ibarat PAL Indonesia, PT DI, dan Pindad dalam satu lokasi. Makara nantinya ibarat daerah industri yang di dalamnya ada tiga pabrik BUMN tersebut.

Untuk diketahui, ketika ini markas Pindad dan PT DI berada di Bandung. Sedangkan PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Lebih sebab ingin menyatukan darat, laut, udara di satu lokasi. Kita kan industri strategis, dilarang bersentuhan dengan acara masyarakat. Nanti kayak daerah industri, jadi satu,” ucapnya.

Bayu menambahkan, luas lahan komplek Pindad di Bandung 66 hektare (ha). Sedangkan khusus untuk divisi amunisi berada di Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menempati lahan seluas 166 ha. Perusahaan mampu memproduksi 80 unit kendaraan tempur per tahun, dan produksi amunisi ditargetkan 120 juta per tahun.

Sementara untuk kebutuhan lahan, pendanaan, dan lainnya, Bayu masih bilang terlalu dini. “Kami belum tahu, detilnya mungkin dengan Pak Menhan. Karena ini gres planning awal sekali, kami sih ngikut kemauan pemerintah,” tegasnya.

Namun demikian, Bayu memperkirakan, pemindahan atau relokasi pabrik ini tidak akan dalam waktu dekat. Prediksinya dalam waktu 5 tahun ke depan.

Kami rasa tidak serta merta prosesnya, tapi secara bertahap. Makara di sana (Lampung) produksi, di sini (Bandung) produksi. Kan harus mikirin lebih dari 3.000 karyawan juga. Makara planning pindah kami pikir 5 tahun ke depan, tidak dalam jangka pendek ini sebab niscaya butuh waktu dan dana tidak sedikit,” tuturnya.


  Liputan 6