Berita Terhangat Pesawat N219 Harus Lolos 3 Tes

Sebelum Diproduksi MassalUjiterbang N219 PTDI

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pesawat N219 gres bisa diproduksi massal sehabis PT Dirgantara Indonesia (Persero) menuntaskan serangkaian tes. Pesawat hasil kolaborasi LAPAN dan PTDI resmi melaksanakan uji terbang perdana pada Agustus lalu.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agus Santoso, mengungkapkan ada 3 tes yang harus dilewati N219 sebelum dipakai sebagai pesawat komersial dan diproduksi massal.

Jadi harus ada tahapan yang ditunjukkan mereka sampai mereka sanggup sertifikasi. Ada 3 tes yang harus dilewati,” kata Agus ditemui di Kemenhub, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Ketiga uji tersebut mencakup tes penerbangan (flight test) selama 500-600 jam, Tes olah gerak (static test) untuk menguji sejauh mana pesawat ini bisa menahan beban maksimal, dan ketahanan tekanan (fatigue test) untuk mengukur seberapa panjang usia irit pesawat.

Menurutnya, selain ketiga tes tersebut dilakukan secara paralel, uji terbang juga tak mesti harus selama 500-600 jam. Pihaknya memakai simulator untuk memastikan pesawat tersebut layak terbaik.

Kalau tunggu 500-600 jam bertahun-tahun. Itu kami tes dengan memakai simulator dengan beberapa (sensor) secara pribadi diletakkan di titik-titik pesawat. Agar PT DI bisa segera memenuhi pesanan yang datang,” ungkap Agus.

Diungkapkannya, dirinya tak tahu kapan pesawat yang bisa terbang dari landasan 500 meter itu bisa dinyatakan lulus dari ketiga tes tersebut. “Itu saya enggak tahu, tergantung hasilnya,” pungkasnya. 


  detik