Berita Terhangat Ombudsman: Data Tka Milik Pemerintah Dengan Fakta Di Lapangan Berbeda Signifikan

Jiromedia.comOmbudsman Republik Indonesia melaksanakan pemeriksaan selama 1 tahun mengenai tenaga kerja ajaib (TKA) di Tanah Air. Hasilnya, ada ketidaksesuaian data TKA yang dimiliki pemerintah dengan temuan di lapangan.


“Yang legal ada 21 ribu (TKA) dengan jenis pekerjaan sesuai peraturan perundang-undangan kita sebagaimana disampaikan pemerintah. Fakta di lapangan berbeda signifikan. Banyak TKA yang  unskill labor (tanpa keterampilan), low level, banyak di lapangan,” kata Komisioner Ombudsman Laode Ida di program Indonesia Lawyers Club, Selasa (1/5) malam. 

Laode mencontohkan hasil invstigasi di salah satu perusahaan di Gresik, Jawa Timur. Di sana hampir seluruh tenaga kerjanya TKA termasuk juru masaknya.
“Di Morowali, sopir-sopir (di salah satu perusahaan) orang asing. Di Sulawesi banyak kendaraan beroda empat tronton dibawa orang lokal. Kaprikornus tidak ada alasan menyatakan orang lokal tidak bisa,” katanya.

Temuan lainnya, TKA yang masuk Indonesia secara ilegal cukup mengkhawatirkan. Laode menyampaikan dalam sehari ada dua pesawat yang membawa TKA melalui Bandara Haloleo Kendari sehabis sebelumnya transit di Bandara Soekarno-Hatta. Para TKA tersebut kemudian menyebar ke Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. 

“Beberapa kali saya tumpangi, 90 persennya asing,”  kata Laode.

Laode juga mengungkap keberadaan TKA ilegal akhir pengawasan di tingkat lapangan dilakukan secara tidak teratur. Banyak yang IMTA (Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing)-nya kadaluarsa dibiarkan begitu saja.

“Orang yang sudah tidak mempunyai IMTA itu ilegal. Di salah satu perusahan di Sulawesi Tenggara, 700 lebih tidak punya IMTA tapi tetap bekerja. Saya kira hingga sekarang,” tukasnya. 

Laode menyampaikan Ombudsman sudah memberikan hasil temuan ini antara lain kepada Kemenaker, Imigrasi, dan Kemendagri. Semua oke dan menyatakan akan menindaklanjuti rekomendasi atas temuan Ombudsman.[rmol]