Berita Terhangat Ngabalin Ingatkan Ulama Tidak Ikut Politik Praktis

Jiromedia.com –Ajang Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang digelar untuk mencari pasangan calon presiden pesaing petahana Presiden Joko Widodo dikritisi.

Adalah Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan bahwa ulama merupakan representasi para nabi yang seharusnya tidak larut dalam politik praktis.
“Al ulama warassatul anbiya. Karena itu, ulama dilarang dibawa dalam politik praktis, ingat baik-baik,” jelasnya dalam diskusi bertajuk ‘Kenapa Harus Jokowi’ di Kawasan Matraman, Jakarta, Sabtu (28/7).
Ngabalin menjelaskan, ulama gotong royong kawasan bagi para pemimpin negara dan semua orang bertanya. Makanya, status ulama dilarang dibawa ke politik praktis. Jika itu terjadi maka bisa saja umat akan terpecah-belah.
“Al ijtima itu yaitu mengumpulkan semua komponen umat, seluruh komponen organisasi untuk berbicara perihal masa depan bangsa dan negara. Jangan lupa bahwa dikala politik identitas itu muncul lalu membicarakan perihal kepentingan politik mudah maka itu akan bisa mencabik-cabik seluruh kepentingan keumatan,” paparnya.
Menurut Ngabalin yang juga ketua umum Badan Mubaligh Seluruh Indonesia, biarlah ulama bangun di atas kepentingan umat. Sehingga hasil dari ijtima ulama memperlihatkan manfaat bagi masa depan bangsa dengan mempersiapkan calon pemimpin yang amanah, jujur, tidak berkhianat, serta bukan malah menentukan pemimpin yang berilmu berbicara tapi tak bisa mengimplementasikan gagasan kepada kepentingan bangsa dan negara.
Dia pun mengingatkan jika Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku, etnis, dan agama. Karenanya, sebagai kelompok mayoritas, umat Islam harus bisa memperlihatkan suasana yang teduh bukan malah sebaliknya.
“Orang Islam harus bisa memperlihatkan suasana yang teduh suasana yang cinta tenang terhadap semua kebersamaan dalam rangka kepentingan bangsa dan negara lain dari itu tidak ada,” tegas Ngabalin.  rmol ]