Berita Terhangat Joko Widodo Sebut Data Beras Awut-Awutan Semenjak Kurun Soeharto

Jiromedia.comPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut data produksi beras sudah acak-acakan semenjak 1997 atau masa Presiden Soeharto. Data tersebut, menyerupai laporan Badan Pusat Statistik (BPS), yang kemudian menciptakan pemerintah keliru dalam memilih kebijakan dan dikala ini dibenahi pemerintah.

“Memang, tidak benar data itu. Ini setahun lalu, BPS sampaikan ke kami dan ini mau kami benarkan,” ungkapnya di Tangerang, Rabu (24/10). 

Upaya yang dilakukan pemerintah dikala ini yaitu menerapkan data pola tunggal untuk produksi beras. Data tersebut dilakukan melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang dikembangkan bersama Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) dengan pemindaian satelit dari LAPAN untuk kemudian diolah Badan Informasi Geospasial (BIG). 


Sebelumnya, BPS menyatakan data produksi beras hingga selesai tahun berada di kisaran 32,42 juta ton atau lebih rendah 32 persen dari estimasi Kementerian Pertanian yang sebanyak 46,5 juta ton. 

Tak cuma produksi beras, data berbeda juga terjadi di luas lahan sawah baku. Data gambaran satelit resolusi tinggi LAPAN dan BIG mengatakan luas lahan sawah baku dikala ini 7,1 juta hektare (ha). 

Sementara itu, data Kementerian Pertanian per September mengatakan data luas lahan sawah sebesar 8,18 juta ha. 


Data perhitungan BPS dan Kementan soal proyeksi konsumsi dikala ini juga berbeda. BPS menghitung konsumsi beras eksklusif dan tidak eksklusif mencapai 111,58 kilogram (kg) per kapita per tahun atau senilai 29,57 juta ton secara keseluruhan. 

Sementara, data Kementan memproyeksi konsumsi sebanyak 33,89 juta ton dengan pertumbuhan penduduk 1,27 persen.

(cnn)

COMMENTS