Berita Terhangat Ibarat Thor: Ragnarok, Cuma Tamat Zaman Yang Dapat Jegal Manchester City

Para pemain Manchester City merayakan gol Nicolas Otamendi (kiri) ke gawang Napoli dalam partai Liga Champions di San Paolo, 1 November 2017.

MAJALAH BOLA, Sudah nonton Thor: Ragnarok? Jangan hingga ketinggalan. Lucu, seru, dan meriah, Thor: Ragnarok benar-benar layak menjadi film Marvel yang mendapat hasil ulasan terbaik.

Rotten Tomatoes memberi film ketiga Thor dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) ini ponten 96%, mengalahkan Iron Man (2008, 94%).

Kalau pembaca belum menontonnya, lewatkan enam alinea di bawah ini. Soalnya, aku mau mengambil banyak rujukan dari kisah Thor: Ragnarok. SPOILER ALERT!

Tokoh antagonis utama dalam Thor: Ragnarok ialah Hela, Sang Dewi Kematian dalam mitologi Nordik. Hela digambarkan begitu kuat. Dia barangkali salah satu villain terkuat yang pernah muncul dalam MCU.

Dalam pertemuan pertamanya dengan Thor, Hela eksklusif menghancurkan Mjolnir, palu senjata andalan sang tokoh utama. “Dia menghancurkan palumu menyerupai kaca,” kata Loki, saudara angkat Thor.

Unjuk kekuatan Hela terus berlangsung sepanjang film. Warriors Three (Fandral, Hogun, dan Volstagg), trio ksatria Asgard sahabat seperjuangan Thor, mencoba menghadang. Hela membunuh mereka dengan sekali kepret, masing-masing tak hingga satu menit adegan film!

Bahkan ketika Thor sudah membangkitkan kekuatan sejatinya di pertarungan terakhir, beliau tetap tak bisa mengalahkan Hela. “Itu serangan petir terbesar sepanjang sejarah. Dia tidak apa-apa,” ujar Thor hampir frustrasi.

Thor alhasil menyadari yang bisa mengalahkan Hela ialah Ragnarok alias tamat zaman Asgard. Hela berpengaruh selama berada di Asgard. Semakin usang semakin kuat. Satu-satunya jalan mengalahkannya ialah menghancurkan Asgard.

Striker Manchester City, Sergio Aguero, merayakan gol yang beliau cetak ke gawang Napoli dalam sabung Grup F Liga Champions di Stadion San Paolo, Naples, Italia, pada 1 November 2017.

Jadilah Thor dan teman-temannya mengundang sumber tamat zaman Asgard: Surtur, raksasa lahar api yang ditakdirkan menghadirkan Ragnarok. Hela alhasil bisa dikalahkan.

Saya menyerupai melihat keperkasaan ala Hela di Thor: Ragnarok dalam sepak terjang Manchester City ketika ini. Kompetisi 2017/18 sudah berjalan hampir tiga bulan, The Citizens tampak begitu kuat.

Tim asuhan Pep Guardiola sudah melalui 16 pertandingan di semua ajang. Mereka menang 15 kali dan imbang satu kali, tanpa pernah terkalahkan.

Sejumlah tim berpengaruh sudah mencoba menghadang. Semua kena kepret dengan begitu mudah. Liverpool dan Chelsea di Inggris sudah merasakannya. Napoli sebagai pemimpin klasemen Serie A ketika ini pun sudah dilibas dua kali di fase grup Liga Champion.

Khusus di Inggris, tim-tim tradisional yang seharusnya menjadi penantang utama City malah kelihatan gamang dengan duduk perkara mereka sendiri.

Manchester United punya tendensi belum yakin pada kapasitas diri jikalau bertemu tim kuat. Chelsea mendapati susahnya mengatur tim dengan fokus terbelah ke ajang lain.

Arsenal berkutat dengan problem spekulasi masa depan Mesut Oezil dan Alexis Sanchez. Liverpool? Ah, lagi-lagi sebuah trend PHP dari The Reds.

Mungkin cuma Tottenham yang paling siap menjadi penantang. Tapi, Spurs punya problem klasik: tak punya tradisi juara.

Jadi, rasanya untuk ketika ini tidak ada pihak luar yang kelihatan cukup bisa menggagalkan langkah City menjadi yang terbaik. Setidaknya di Premier League.

Seperti Hela di Thor: Ragnarok, yang bisa menjegal City mungkin ialah kiamatnya sendiri. Dalam artian problem internal pasukan Guardiola yang berpotensi menciptakan kesolidan performa mereka jadi terganggu.

Dari angin ribut cedera dan skorsing, konsentrasi yang terbelah ke Liga Champion, hingga perilaku mental yang meremehkan lawan gara-gara semuanya jadi terlihat terlalu gampang buat Sergio Aguero dkk.

Para pemain Manchester City merayakan gol Berita Terhangat Seperti Thor: Ragnarok, Cuma Kiamat yang Bisa Jegal Manchester City