Berita Terhangat Fahri Hamzah Kunjungi Setya Novanto Di Lapas Sukamiskin

Jiromedia.comKamar M Nazaruddin di Lapas Sukamiskin tak terlewat dari kunjungan rombongan Komisi III dewan perwakilan rakyat RI ke Lapas Klas I Sukamiskin, Kota Bandung, Sabtu (28/7/2018).


Fahri Hamzah tiba bersama rekannya, Masington Pasaribu, Agun Gunanjar dan sejumlah anggota lainnya.
Fahri juga mendatangi kamar M Nazaruddin, terpidana masalah korupsi pembangunan proyek wisma atlet dan pembersihan uang.

“Kamar Nazar dikunci. Saya ingin interogasi dia, apa yang dipikirkan selama ini dan seterusnya, ingin mendalami saja,” kata Fahri.

Fahri tidak menjelaskan apa alasan dikuncinya kamar M Nazaruddin. Tidak ada pernyataannya dari Fahri yang menyampaikan apakah Nazar berada di kamar atau tidak.

Selain menemui Nazaruddin, Fahri Hamzah, di hadapan puluhan media yang hadir di Lapas Sukamiskin mengatakan bahwa ia bertemu Jero Wacik dan Setya Novanto dan melihat kondisi kamar huniannya.

“Saya sempat berbicara singkat dengan Pak Setnov, melihat kamarnya nomor 29. Di sana itu aku lihat ada 30 kotak obat, masing – masing ada tanggalnya,” kata Fahri Hamzah.

Terkait kamar Setnov yang diberitakan palsu, Fahri tidak menjelaskan, ia hanya menyampaikan bahwa di dalam kamar tersebut ia menemui Setya Novanto dan barang-barang Setnov.

Fahri juga meminta kepada Menkumham Yasonna Laoly semoga secara pribadi mendatangi Lapas Sukamiskin dan melihat pribadi apakah itu palsu atau asli.

Suatu hal yang masuk akal berdasarkan Fahri kalau ada penambahan akomodasi di dalam Lapas Sukamiskin Bandung, mengingat usia Lapas tahun ini menginjak usia 100 tahun.

“Ini bangunan standar kolonial Belanda. Kalau zaman Belanda Kloset jongkok, tentunya boleh kalau kini kloset duduk. Karena alasan rusak, bocor, hancur,” katanya.

Mengenai adanya Kulkas di dalam Lapas, Fahri juga menyampaikan itu untuk menyimpan obat bagi warga binaan yang sakit.

“Kalau enggak minum obat, nanti mati. Memang sih banyak di luar meminta semoga koruptor mati saja, enggak usah minum obat, begitu otaknya di luar sana. Ada aturan yang mengatur. Jangan alasannya dendam dan tidak mengerti, kemudian memaksa orang untuk melaksanakan tindakan melebihi hukum,” katanya.[tribun]