Berita Terhangat Bubuk Janda Sebut Bakar Bendera Tauhid Hal Biasa, Netizen: Coba Mas Yang Bakar, Dinantikan Videonya

Jiromedia.com -Selasa 23 Oktober 2018, kejadian bendera yang dibakar oknum Banser terus jadi pembicaraan. Bahkan sejumlah tokoh telah mengecam pembakaran bendera tauhid yang video yang viral tersebut.

Namun berdasarkan pegiat media umum (Medsos) Permadi Arya atau lebih dikenal Abu Janda, pembakaran bendera itu semestinya tidak jadi persoalan. “Umat Islam bakar bendera tauhid itu biasa tidak asing sering dilakukan sbagai perilaku penolakan terhadap terorisme yang sembunyi dibalik goresan pena tauhid, bukan berarti anti kalimat tauhid atau anti islam. “anti tauhid anti islam” itu propaganda teroris untuk melemahkan anti terorisme,” cuit @permadiaktivis.

“Puluhan ribu twit tagar bubarkan Banser jadi inget ratusan ribu twit tagar HTI menang sidang, taunya kalah 12 tagar dunia maya & realita dunia nyata memang sering bertolak belakang. begitu juga polling2 mereka yang selalu unggul di medsos, akan bernasib sama di 2019: tragis,” cuit @permadiaktivis kemudian.

Para netizen atau warganet pun ada yang baiklah dan tidak dengan cuitan Permadi Arya.

@w_aw_a_n_s: “Mas @permadiaktivis yg pinter, kalau pembakaran bendera kmrn konteksnya apa? Apa mereka yg membawa bendera tauhid bab dari teroris? Apakah mereka yg bawa bendera tauhid adlh org idiot? Ayolah kita cendekia balig cukup akal dan waras dlm berpikir, kalau ente cinta NKRI hrs nya tdk begitu bersikap.”

@Muh_lsraSuandi: “Coba mas yg bakar kalau itu biasa. Kami tunggu videox. Jangan cuman nyiyir doank mas… Buktikan kalau mas memank aktivis.”

@Muhammad Mulyadi: “Gausah ngeles bung. ltu yg dibakar bendera isi. Sedangkan yg kemaren dibakar itu bendera ar royah Al Iiwah. Gausah cari pembenaran ente dan kelompok ente, kalo ga suka kalimat tauhid.”

@Ridwan purnama: “Sikap penolakan terhadap terorisme itu bukan dengan merendahkan kalimat Tauhid, menolak tindak terorisme kalau memang ente muslim bukan dengan cara itu. Jangan pernah merasa pandai ente jadi manusia.”

@guna2aji: “Makna dan kedalaman kalimat Tauhid bukan pada goresan pena atau pada bendera. Mengagungkan kalimat Tauhid bukan membela mati2 an benderanya atau tulisannya.” [riauaktual]

COMMENTS