Berita Terhangat Brutal! Agresi Rusuh Di Yogya Ternyata Sudah Direncanakan. Kapolda Ungkap Buktinya

Jiromedia.com Kepolisian Daerah spesial Yogyakarta telah menetapkan 12 tersangka dalam masalah agresi unjuk rasa berujung rusuh di depan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogya pada Senin, 1 Mei lalu. Delapan orang di antaranya sudah ditahan polisi.

“Dari 12 tersangka itu, delapan orang ditahan dan empat lainnya tidak ditahan meski proses aturan tetap berlanjut,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Hadi Utomo dalam keterangan pers di kantornya, Kamis, 3 Mei 2018. 

Hadi menuturkan delapan tersangka diputuskan ditahan menurut syarat subyektif yang dimiliki kepolisian, antara lain sebab dikhawatirkan mempersulit penyidikan, mengulangi perbuatan, dan faktor lain.

Sedangkan empat tersangka, yaitu MS, RAP, HSB, dan MA, tak ditahan sebab perkaranya hanya terkait dengan Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) wacana perusakan barang, yang bahaya hukumannya tak hingga dua tahun penjara.

Adapun delapan tersangka yang ditahan sebagian besar berstatus mahasiswa dari luar Yogyakarta yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah kampus kota tersebut. Mereka dianggap terlibat dalam pembakaran pos polisi, pelemparan bom Molotov, dan perusakan rambu kemudian lintas.

1. AM, 24 tahun, asal Bandung, mahasiswa Universitas Sanata Dharma, yang melempar molotov ke pos polisi.

2.MC (25), asal Nusa Tenggara Timur, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang berperan sebagai koordinator lapangan.

3. MI (22), asal Kalimantan Barat, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang memukul papan seng pos polisi dengan tongkat besi.

4. WAP (24) asal Wonogiri, Jawa Tengah, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang menendang water barrier ke dalam pos polisi yang terbakar. 

5. ZW (22) asal Sumatra Barat, mahasiswa UII yang berperan mematahkan rambu kemudian lintas. 

6. EA (22) asal Karanganyar Jawa Tengah, mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta, yang menyeret payung polisi kemudian lintas (polantas) ke jalan dan merusak pos polisi.

7. AMH (20) asal Jombang, mahasiswa UII yang memukuli pos polisi, melempar petasan, dan merusak rambu jalan.

8. BV (24) asal Sulawesi Utara. Ia yaitu seorang tukang sablon yang berperan melempar molotov ke pos polisi dan sepeda motor polantas. BV juga terbukti memakai narkoba.

Sebanyak 69 orang demonstran yang diamankan Selasa, 1 Mei 2018 malam, sebagian besar merupakan mahasiswa yang tengah menimba ilmu di beberapa kampus di DIY.

Sementara itu, Kapolda Yogya
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menyebut agresi itu sudah dipersiapkan sebelumnya.

“Saya menyatakan agresi itu betul betul sudah dipersiapkan sebelumnya. Barang buktinya saja ada bom molotov, botol isi materi bakar dan plastik yang diisi solar. Kaprikornus betul betul memang sudah dipersiapkan dan harapannya menciptakan chaos (kerusuhan),” ucap Kapolda.

Disinggung mengenai adanya kalimat provokatif yang menyinggung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolda belum dapat mengungkapkan pelakunya.

Kalimat provokatif itu ditulis memakai cat semprot di sekitaran simpang tiga UIN.

“Untuk goresan pena provokatif akan dicari tahu siapa orangnya, sebab kan sudah melenceng dari tema agresi buruh ibarat yang dilakukan oleh kelompok lain,” katanya.[portalislam]