Berita Terhangat Barcelona Khianati Johan Cruyff Demi Bebaskan Lionel Messi Dari Penjara

Pemain FC Barcelona, Gerard Deulofeu (kanan), merayakan golnya bersama Lionel Messi dalam sabung Liga Spanyol kontra Malaga di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 21 Oktober 2017.

MAJALAH BOLA, Dalam buku otobiografinya berjudul “My Turn“, Johan Cruyff sempat menyusun tim keinginan dengan gugusan 3-4-3 atau 4-3-3.

Formasi itu pula yang menjadi dasar Barcelona dalam mengadaptasi filosofi Cruyffisme.

Mulai dari Josep Guardiola, Tito Vilanova, Gerardo Martino, sampai Luis Enrique, konsep tersebut tidak berubah.

Itu didukung oleh Cruyff saat meluncurkan buku berjudul “Football: My Philosophy” pada November 2012.

“Saya menyukai konsep tiga penyerang Barcelona, satu di antaranya seorang striker murni untuk mencetak gol. Dengan cara itu, Barcelona dapat mencetak banyak gol,” kata Cruyff ibarat dilansir MajalahMandiri.com dari Marca.

Tiba di Camp Nou pada animo panas 2017, Ernesto Valverde yang sempat diasuh Cruyff saat membela Barcelona, mengusung gagasan serupa.

Kebetulan pula, ia mengandalkan 4-2-3-1, turunan dari 4-3-3, semasa membesut Athletic Bilbao.

Maka itu, Valverde mendorong administrasi memburu Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele sebagai pecahan puzzle pemanis trisula lini depan sepeninggalan Neymar.

Dengan susunan puzzle yang sudah komplet, sang juru strategi menerapkan sistem 4-3-3 dalam empat dari lima partai perdana animo ini.

Cuma, Dembele cedera sehingga harus istirahat dalam kurun panjang.

Trisula pun pincang dan Valverde membutuhkan plan cadangan alasannya ialah tak ada penyerang kiri dengan kualitas sepadan.

Mulailah Valverde mengkhianati aliran sang guru.

Formasi 4-4-2 menghiasi laga-laga Barcelona sesudah Dembele cedera.

Ivan Rakitic dan Andre Gomes mengisi kedua sisi sayap.

Sementara itu, Lionel Messi dan Luis Suarez bangun sejajar di depan.

Praktiknya, Messi lebih dinamis dan tak melulu bergerak dari sisi kanan, sedangkan Suarez agak statis mendekati kotak penalti.

Konsep ini menciptakan Messi lebih “buas”.

Bandingkan saja statistik Messi saat Barcelona bermain dengan gugusan 4-3-3 dengan 4-4-2.

Mengintegrasikan diri dengan trisula dalam empat laga, Messi cuma mencetak empat gol.

Berdiri bebas dengan 4-4-2 dalam sebelas partai, sang bintang merangkum sebelas gol dan lima assist.

Artinya, jiwa melayani dari pemain beralias La Pulga lebih menonjol.

Bahkan, jumlah tersebut dapat bertambah andai sepuluh upaya Messi di Liga Spanyol tidak menghantam tiang gawang.

Statistik tembakan Lionel Messi dalam sepuluh sabung pertama Liga Spanyol 2017-2018.

Salah satu bukti kebebasan Messi ialah sabung kontra Athletic Bilbao di San Mames, Minggu (29/10/2017) dini hari WIB.

Messi tidak cuma menyumbangkan satu dari dua gol La Blaugrana, julukan klubnya, tetapi juga menorehkan sejumlah statistik impresif.

Di luar golnya, ia melepaskan empat tembakan, satu di antaranya mengenai tiang.

Messi juga sukses melewati lawan sebanyak lima kali dari delapan percobaan.

Atas dasar itu, Valverde sempat berkata sesudah laga, “Kami beruntung alasannya ialah mempunyai pemain terbaik dunia ibarat Messi.”

Messi pun patut berterima kasih kepada Valverde, yang membebaskan dirinya dari “penjara” trisula aliran Cruyff.

 merayakan golnya bersama Lionel Messi dalam sabung Liga Spanyol kontra Malaga di Stadion Ca Berita Terhangat Barcelona Khianati Johan Cruyff demi Bebaskan Lionel Messi dari Penjara