Berita Terhangat Anjuran Joko Widodo Jadi Perantara Tenang Korut-Korsel Hanya Untuk Selamatkan Muka

Jiromedia.comPresiden Joko Widodo mengundang Dutabesar Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara An Kwang Il dan Dutabesar Republik Korea atau Korea Selatan Kim Changbeom hari Senin kemarin (30/4).


Dalam pertemuan itu, Jokowi mengucapkan selamat atas pertemuan pemimpin kedua negara, Kim Jong Un dan Moon Jae In, Jumat pekan kemudian (27/4). 

Selain itu, Jokowi juga menyatakan siap menjadi perantara obrolan tenang kedua Korea.
Manuver Jokowi ini dinilai sebagai upaya untuk menyelamatkan muka alasannya sebelumnya pemerintah Indonesia di kurun Jokowi terlihat begitu berat sebelah dan mengikuti kepentingan pihak lain, dalam hal ini Amerika Serikat.

“Kami sudah beberapa kali mengingatkan bahwa obrolan tenang kedua Korea yaitu kegiatan bangsa Korea. Selama obrolan itu tersendat alasannya ada pihak ajaib yang ingin menghalangi. Pemerintah Jokowi ikut pada desakan itu,” ujar pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea, Rachmawati Soekarnoputri, dalam perbincangan dengan redaksi beberapa ketika kemudian (Rabu, 2/5).

Rachma mencontohkan, di tahun 2015 yang kemudian pemerintah Jokowi membiarkan simposium wacana HAM di Korea Utara yang diselenggarakan pihak-pihak yang ingin memojokkan Korea Utara. 

“Kejadian ini mengecewakan Korea Utara, dan mereka sempat melayangkan surat protes kepada Jokowi dan Kemlu,” kata Rachma.

Contoh lain, sambung Rachma, pemerintah Indonesia juga sangat aktif menjadi motor biar ada tekanan terhadap Korea Utara di ASEAN Regional Forum di Filipina tahun lalu.

“Kalau kini terlihat aktif mendukung perdamaian Korea lebih alasannya ingin dianggap sebagai tokoh yang punya dampak di level internasional. Padahal, hanya ingin biar ikut dalam sesi foto terakhir,” demikian Rachma.[rmol]